![]() |
| Nestlé mengidentifikasi Indonesia sebagai pasar tiga besar potensial di Asia |
Gerbong Berita Dunia - Indonesia telah diidentifikasi sebagai Agen Poker pasar potensial tiga besar Asia oleh konglomerat pemrosesan makanan dan minuman Nestlé, yang berencana untuk berinvestasi di bidang manufaktur dan sumber daya manusia, kata eksekutif puncak perusahaan di Indonesia.
"Yang pasti kami [Indonesia] bisa menjadi pasar Nestlé tiga teratas di Asia, itu akan menjadi misi kami," presiden direktur PT Nestlé Indonesia Dharnesh Gordhon mengatakan kepada The Jakarta Post dalam sebuah wawancara di Jakarta pada hari Senin.
Untuk mencapai tujuan ini, Gordhon mengatakan perusahaan akan terus berinvestasi di bidang manufaktur dan pengembangan sumber daya manusia, seperti pelatihan teknis dan kepemimpinan.
"Pasar Indonesia sangat dinamis, karena pelanggan membuat pilihan yang berbeda dari waktu ke waktu, menciptakan repertoar produk," katanya.
Perusahaan baru-baru ini memperluas pabriknya di Karawang, Jawa Barat; Kejayan, Jawa Timur; dan Bandar Lampung, Lampung, dengan investasi $ 100 juta (Rp 14 triliun).
Gordhon menambahkan bahwa Indonesia masih menyumbang hanya 1 persen dari total bisnis Nestlé di seluruh dunia, sebagian karena perusahaan juga telah melakukan merger dan akuisisi di seluruh dunia.
Mayoritas pabrik perusahaan di Asia berlokasi di Wilayah Greater China dengan 32 pabrik, diikuti oleh Thailand dengan delapan pabrik dan India dan Malaysia dengan masing-masing tujuh pabrik.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa penjualan perusahaan di Asia berkontribusi signifikan terhadap keseluruhan kinerja.
Menurut laporan tahunan perusahaan, pasar ASEAN menyumbang 30,8 persen dari penjualan Nestlé di Asia, Oseania, dan Afrika sub-Sahara pada tahun 2018, kedua setelah Jepang dengan 43,6 persen.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa perusahaan tersebut membukukan pertumbuhan yang kuat di Asia Tenggara, didukung oleh pertumbuhan dua digit di Indonesia dan Vietnam, dipimpin oleh susu coklat merek Nestlé Milo dan susu Bear Brand pada khususnya.
Laporan ini hanya memberikan angka penjualan di beberapa negara di Asia, yaitu Wilayah Cina Besar dengan 7 juta franc Swiss (US $ 7 juta), Filipina dengan 2,5 juta franc Swiss ($ 2,53 juta), Jepang dengan 1,7 juta franc Swiss ($ 1,72 juta) ) dan India dengan 1,5 juta franc Swiss ($ 1,51 juta)
Perusahaan yang berbasis di Swiss adalah perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia. Penjualannya meningkat 2,1 persen tahun lalu menjadi 91,4 miliar franc Swiss ($ 92,3 miliar) dari 89,6 miliar franc Swiss pada 2017, menurut laporan tahunan global perusahaan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar