![]() |
| Apa yang tidak boleh dilakukan ketika mengunjungi Museum Keraton Yogyakarta |
Gerbong Berita Dunia - Sebuah insiden baru-baru ini yang melibatkan Agen Poker seorang turis yang merusak meja antik setelah berpose untuk selfie di Museum Keraton Yogyakarta memberikan pengingat tentang pedoman yang harus diperhatikan ketika mengunjungi objek wisata.
Museum Keraton Yogyakarta terdiri dari empat fasilitas terpisah dengan koleksi bersejarah: Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta dan Museum Batik.
Seperti yang disusun oleh kompas.com, berikut ini adalah daftar apa yang tidak boleh dilakukan ketika mengunjungi Museum Keraton Yogyakarta.
1. Mengambil foto dengan punggung ke Keraton
Keraton (istana) adalah lambang raja. Di sinilah raja tinggal bersama keluarganya dan termasuk sejumlah dusun suci. Dianggap tidak sopan untuk mengambil foto dengan membelakangi istana.
2. Mengambil selfie dengan punggung Anda ke abdi dalem
Sebagai abdi dalem, abdi dalem memiliki makna khusus di istana. Tolong jangan mengambil gambar dengan punggung menghadap para pelayan karena dianggap tidak sopan.
3. Mengenakan topi
Topi atau topi harus dilepas ketika Anda berjalan ke daerah Keraton Yogyakarta karena dapat dilihat sebagai tanda tidak hormat. Jilbab atau peci (topi Muslim) diizinkan.
4. Masuk tanpa izin di area terlarang
Ada beberapa area di museum di mana pengunjung tidak diperbolehkan. Harap perhatikan tanda-tanda di area ini.
5. Menyentuh koleksi museum
Pengunjung tidak diperbolehkan menyentuh artefak yang ditampilkan untuk menghindari kerusakan pada benda yang tak ternilai.
6. Membawa alat angkut beroda
Kereta bayi, koper, atau alat angkut beroda lainnya dilarang di area museum.
7. Membawa kamera tanpa izin
Semua jenis kamera, termasuk yang ada di ponsel, harus didaftarkan sebelum memasuki Museum Istana. Pengunjung dikenai biaya Rp 1.000 (7 sen AS) per kamera, sementara semua area di museum dapat difoto, kecuali Museum Batik.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar